[wzslider autoplay=”true” lightbox=”true”]
Dua  mahasiswa STIKOM AMBON   berhasil mengharumkan nama Stikom Ambon  dalam ajang National University Debating Championship (NUDC)  yang diselenggarakan KOPERTIS  Wilayah XII.  Mahasiswa prodi Teknik Informatika (TI) yaitu Risky Tobing  dan Hestiyanti Tanase (Mahasiswi prodi Sistem informasi) menjadi wakil dari STIKOM AMBON. Kompetisi ini berlangsung selama 3 hari dari kamis 17 Juli dan penutupan 19  juli 2014 di Hotel The Natsepa, Ambon. Dalam kompetisi tersebut Tim Debat STIKOM AMBON mampu meraih Juara ke VI. Peringkat ini sudah cukup untuk mengantarkan stikom ambon bersama beberapa perguruan tinggi lain untuk mewakili Maluku dan Maluku utara dalam ajang National University Debating Championship (NUDC)  tingkat nasional di Batam Agustus mendatang.

Dalam kesempatan tersebut Kamsal Hamin hadir selaku pembimbing debat Stikom Ambon  membimbing langsung tim. Walalupun Stikom  Ambon tidak masuk dalam katergori 4 besar, tapi  Kamsal Hamin diberikan penghargaan sebagai Adjudicator pada grand final yg mempertemukan tim posisi 4 besar ( Unpatti, Unkhair, Unmuh dan Ukim )

Terdapat tiga babak dalam lomba ini. Setelah melalui tiga babak penyisihan tersebut, nilai tiap  tim kemudian diakumulasi untuk mendapatkan peringkat akhir.

Mosi Pertama adalah “ This house would imprison individuals who pose a direct and continuing threat to society”. Tim Stikom Ambon mendapat peran sebagai Closing Opposition dalam mosi ini. Kemudian, mosi kedua adalah “ this house would give goods and service to the unfortunate than give then cash payment”. Pada kesempatan ini, tim Stikom Ambon juga menjadi Closing Opposition.

Dan pada mosi yang ketiga dgn isi mosi “ this house would oppose social media.” Tim Stikom Ambon mendapat peran sebagai Opening Opposition.

Debat berlangsung sangat panas dan menarik karena semua pembicara dalam tim bebas untuk melakukan sanggahan. Tim Stikom Ambon cukup puas dengan prestasi yang mereka raih. “Ini adalah kali pertama saya dan Hesty mengikuti perlombaan dalam bentuk debat seperti ini, biasanya lomba yang sering kami ikuti adalah paper competition, sehingga saya sangat senang sekali dapat membawa nama baik stikom ambon” tukas Risky

Risky juga menambahkan bahwa ia dan teman-teman sangat beruntung sekali dapat mengikuti lomba ini karena dapat bertemu langsung dan berdiskusi dengan banyak tokoh debating terkemuka

Risky merasa kemampuan mahasiswa dalam berdebat bahasa inggris masih perlu ditingkatkan agar lebih mantap bersaing dengan Universitas lain. Harapannya, budaya debat bahasa inggris semakin digalakkan dengan baik pada tingkat mahasiswa

Atas prestasi tersebut stikom ambon  berhak membawa pulang sertifikat, dan uang pembinaan.

Tidak hanya itu, dalam sambutan pada acara penutupan yang disampaikan langsung oleh ketua kopertis wilayah XI, Dr. Zainuddin Notanubun, M.Pd. Beliau secara khusus menyampaikan pujian kepada stikom ambon sebagai sekolah tinggi swasta dengan prestasi terbaik di Maluku.