{"id":4833,"date":"2021-09-07T13:00:12","date_gmt":"2021-09-07T04:00:12","guid":{"rendered":"https:\/\/stikomambon.ac.id\/beta\/?p=4833"},"modified":"2021-09-07T13:14:25","modified_gmt":"2021-09-07T04:14:25","slug":"kuliah-modal-untuk-masa-depan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/stikomambon.ac.id\/beta\/?p=4833","title":{"rendered":"Kuliah Modal Untuk Masa Depan"},"content":{"rendered":"<p>Ada yang mengatakan dengan melanjutkan pendidikan ke jenjang <a href=\"https:\/\/stikomambon.ac.id\/beta\/perguruan-tinggi-di-ambon-itb-stikom-ambon\/\">Universitas di Ambon<\/a>, merupakan modal untuk masa depan. Pernyataan tersebut memang benar, walaupun masih memunculkan pro dan kontra. Kalau Anda sendiri bagaimana? Mau masuk ke kubu Pro atau Kontra?<\/p>\n<p>Jika, masih bingung coba simak penjelasan dari kami di bawah ini. Dimana, semua ini berdasarkan kebutuhan masa depan setidaknya 5 tahun lagi. Bukan dilihat dari masa sekarang.<\/p>\n<p>Setidaknya, tahun 2026 dunia pasti sudah berkembang pesat. Melebihi kecanggihan teknologi saat ini. Sekarang, Anda bisa melihat smartphone bisa dilipat dan masuk saku kantong baju, atau punya layar lipat. Lalu, bagaimana dengan perkembangannya 5 tahun lagi, handphone bakal menjadi seperti apa?<\/p>\n<p>Dari kenyataan inilah mengapa kami sampaikan bahwa, kuliah itu modal masa depan. Menariknya, ada beberapa orang mencoba menyangkalnya dengan belajar secara otodidak sendiri.<\/p>\n<p>Mungkin langkah tersebut bisa dilakukan. Tetapi, butuh berapa kali kegagalan dulu baru bisa berhasil? Andai kata berhasil, sudah berapa waktu yang terbuang untuk melakukan percobaan itu.<\/p>\n<p>Bila masih menjalankan konsep seperti ini, bisa jadi Anda adalah orang terakhir yang bisa sukses kemudian, esok harinya terkena musibah. Sehingga, tidak bisa menikmati semua hasilnya.<\/p>\n<p>Contoh kasus di luar sana cukup banyak.  Oleh karena itu, kami selalu menyarankan untuk tetap kuliah ke perguruan tinggi favorit dan ambil jurusan yang diinginkan. Dengan begini, kesuksesan pasti akan datang.<\/p>\n<h2>Modal Sukses Masa Depan Itu Ilmu Pengetahuan<\/h2>\n<p>Jika ada yang berkata modal sukses itu bukan uang. Maka, Kami sepakat soal perkataan tersebut. Tetapi, kalau ada pernyataan tambahan berupa perencanaan. Kami akan menjawab kurang sepakat.<\/p>\n<p>Karena, modal utama meraih kesuksesan itu adalah ilmu pengetahuan. Bukan hanya berupa materi saja, melainkan bisa banyak hal jangkauannya luas. Perencanaan yang matang tanpa ilmu pengetahuan hasilnya nihil.<\/p>\n<p>Kondisi ini terjadi, karena dalam membuat sebuah rencana Anda harus tahu dulu bagaimana analisa ke depan. Proses analisis ini juga perlu yang namanya ilmu pengetahuan mengenai bagaimana cara melakukannya dan lain sebagainya.<\/p>\n<p>Tanpa memahami proses tersebut rasanya kegagalan bisa didapatkan kapan saja. Darimana Anda bisa mendapatkannya? Sebenarnya untuk memperoleh pengetahuan bisa dari mana saja. Tetapi, bangku kuliah selalu punya cerita yang berbeda agar mahasiswa bisa menerapkannya.<\/p>\n<p>Harus diketahui bahwa, pemikiran positif, inisiatif, kreatif dan inovatif juga berawal dari sini. Bisa dikatakan, dengan kuliah setidaknya Anda bisa meraih 60% modal utama menuju sukses.<\/p>\n<h2>Modal Utama Sukses Masa Depan Adalah Berdoa<\/h2>\n<p>Ada yang mengatakan orang sukses adalah hasil dari usahanya sendiri. Sayangnya, kami kurang sepakat akan hal tersebut. Karena, kesuksesan itu diraih dulu dari berdoa kemudian berusaha.<\/p>\n<p>Jadi, saat Anda hanya fokus pada usaha saja. Saat berada dalam keadaan sulit pasti akan kebingungan. Harus diingat, sukses itu harus dipertahankan, bukan hanya diraih saja.<\/p>\n<p>Dalam bangku perkuliahan, pelajaran agama masih dimasukkan sebagai bagian dari usaha meraih mimpi. Hal ini yang selalu ditekankan oleh beberapa dosen pembimbing dan unit kegiatan mahasiswa yang berhubungan dengan keagamaan.<\/p>\n<h2>Modal Sukses Masa Depan Adalah Koneksi dan Jaringan<\/h2>\n<p>Memang benar untuk meraih kesuksesan harus disertai dengan koneksi dan jaringan. Beberapa orang berpendapat, tanpa kuliah saja bisa mendapatkannya. Sayangnya, kami kurang sepakat mengenai hal tersebut.<\/p>\n<p>Dalam memperoleh koneksi dan jaringan di dunia perkuliahan tidak hanya bertemu dengan lingkungan yang sama saja. Misalnya, anak sekolah tergabung dalam OSIS, mereka bisa bertemu teman OSIS sekolah lain.<\/p>\n<p>Mengunjungi beberapa pejabat daerah, hanya saja sebatas berkunjung. Melalui almamater Universitas, Anda bisa berdiskusi lebih jauh, berbagai dan menyerap ilmu sehingga masa depan lebih cerah.<\/p>\n<p>Langkah dalam membuka peluang sangat besar. Bukan berarti harus berhubungan dengan para pejabat atau orang berpangkat. Melainkan membuka jaringan siapa tahu, mereka bisa membantu Anda untuk urusan lainnya.<\/p>\n<p>Kondisi seperti ini yang sulit ditemui saat memutuskan untuk tidak lanjut kuliah. Harus diakui, sebagai calon pengusaha mengenal pejabat daerah dan negara seperti ini sangat penting.<\/p>\n<p>Rata-rata pejabat daerah tersebut adalah seorang pengusaha sukses. Anda bisa mengambil bagaimana cara mereka membangun usaha dari nol kecil atau menawarkan produk dari hasil kreasi Anda sendiri.<\/p>\n<p>Semua hal bisa terjadi, saat menyandang status sebagai mahasiswa sebuah <a href=\"https:\/\/stikomambon.ac.id\/beta\/perguruan-tinggi-di-ambon-itb-stikom-ambon\/\">Universitas di Ambon<\/a>. Jadi, masih ragu untuk tidak melanjutkan jenjang pendidikan lebih tinggi? Mengingat, hampir seluruh modal untuk sukses bisa didapatkan dengan melanjutkan di bangku perkuliahan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ada yang mengatakan dengan melanjutkan pendidikan ke jenjang Universitas di Ambon, merupakan modal untuk masa depan. Pernyataan tersebut memang benar, walaupun masih memunculkan pro dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4872,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[31],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/stikomambon.ac.id\/beta\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4833"}],"collection":[{"href":"https:\/\/stikomambon.ac.id\/beta\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/stikomambon.ac.id\/beta\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/stikomambon.ac.id\/beta\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/stikomambon.ac.id\/beta\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4833"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/stikomambon.ac.id\/beta\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4833\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4871,"href":"https:\/\/stikomambon.ac.id\/beta\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4833\/revisions\/4871"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/stikomambon.ac.id\/beta\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4872"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/stikomambon.ac.id\/beta\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4833"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/stikomambon.ac.id\/beta\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4833"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/stikomambon.ac.id\/beta\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4833"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}