{"id":4841,"date":"2021-09-07T12:00:36","date_gmt":"2021-09-07T03:00:36","guid":{"rendered":"https:\/\/stikomambon.ac.id\/beta\/?p=4841"},"modified":"2021-09-07T03:54:39","modified_gmt":"2021-09-06T18:54:39","slug":"pentingkah-kuliah-pariwisata-ketika-pariwisata-dunia-mati-suri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/stikomambon.ac.id\/beta\/?p=4841","title":{"rendered":"Pentingkah Kuliah Pariwisata Ketika Pariwisata Dunia Mati Suri?"},"content":{"rendered":"<p>Pandemi masih berlanjut tanpa ada satu orang yang tahu kapan akan berakhir. Hal ini membuat semua dunia pariwisata seperti mati suri. Larangan pemerintah untuk tidak berkerumun membuat situasi menjadi sangat sulit. Kalau sudah seperti ini, muncul pertanyaan, apakah <a href=\"https:\/\/stikomambon.ac.id\/beta\/pariwisata-s1\/\">Kuliah Pariwisata di Ambon<\/a> masih jadi pilihan?<\/p>\n<p>Harus diketahui, dunia pariwisata hanya mati suri bukan sepenuhnya menghilang dan semua orang tidak boleh wisata lagi. Apalagi, komponen wisata bukan hanya berkunjung ke alam saja. Anda bisa juga menikmati menu makanan, camilan tradisional, sampai mengunjungi setiap kota dan melihat berbagai peninggalan bersejarah.<\/p>\n<p>Dari berbagai kenyataan tersebut, kami rasa pilihan Jurusan Pariwisata ini masih sangat penting dan bisa dijadikan sebagai pilihan utama. Apalagi, seluruh materi tidak hanya mengajarkan Anda untuk pergi ke suatu tempat saja.<\/p>\n<p>Masih ada proses analisa, melihat karakter wisatawan seperti apa, sampai melihat mengapa bagaimana tingkah konsumen yang sebenarnya. Hal ini bisa dijadikan sebagai bahan dalam mengatur strategi ke depan.<\/p>\n<p>Tidak hanya soal materi saja, ada beberapa alasan penting mengapa Anda harus memasukkan Jurusan Pariwisata ini ke dalam daftar utama mata kuliah yang harus dipilih. Walaupun saat ini dunia wisata sangat lesu, bahkan tidak ada kehidupan sama sekali.<\/p>\n<h2>Tradisi dan Budaya Indonesia Sudah Mendarah Daging<\/h2>\n<p>Harus diakui bahwa, negeri ini sangat indah. Bukan hanya dari sisi pemandangan alamnya saja melainkan bangunan, budaya, sampai kesenian tradisional. Begitu banyak yang bisa dijelajahi.<\/p>\n<p>Kalau semua ditelusuri satu per satu tidak akan habis dalam tempo satu tahun. Mari, kami bantu Anda membedah berbagai pesona Indonesia dari festival dan tradisi masyarakat yang sudah berjalan sebelum pandemi.<\/p>\n<p>Mulai dari kopi Sepuluh Ewu yang berada di Banyuwangi dan diselenggarakan oleh Suku Osing. Mereka menyediakan kopi khas dan beberapa camilan bagi para pengunjung.<\/p>\n<p>Festival Lembah Baliem di Papua, Tradisi Sadranan di berbagai daerah. Tradisi Ruwatan Rambut Gimbal di Dieng, Wonosobo dan masih banyak lagi. Semuanya masih hidup sampai sekarang.<\/p>\n<p>Walaupun tidak boleh dikunjungi oleh penonton, namun mereka tetap melestarikannya. Karena, ini adalah budaya turun-temurun. Semua ini termasuk bagian dari pariwisata Indonesia.<\/p>\n<p>Mengapa Bali lebih dikenal oleh wisatawan mancanegara dibandingkan nama Indonesia? Alasannya singkat, wisatanya benar-benar kompleks dan mereka masih menjunjung tinggi kebiasaan seperti ini.<\/p>\n<p>Keindahan alam tersebar luas di seluruh dunia, bukan hanya Indonesia saja. Tetapi, kebudayaan, kesenian tradisional, dan kepercayaan yang berbau wisata hanya ada di sini. Semua itu merupakan peluang besar, karena sampai saat ini pemerintah belum mampu mengolahnya dengan baik.<\/p>\n<h2>Kesempatan Meraih Kesuksesan Besar<\/h2>\n<p>Pariwisata di Indonesia adalah jantung yang mampu memberikan nafas bagi seluruh manusia. Oleh karena itu, peluangnya sangat besar. Harus diakui sampai saat ini pemerintah kesulitan untuk mewadahinya.<\/p>\n<p>Karena jumlahnya sangat banyak, bahkan satu wilayah saja mempunyai lebih dari dua tradisi dan budaya. Inilah alasan mengapa kami mengatakan bahwa, jurusan ini tetap harus diperhitungkan.<\/p>\n<p>Jangan melihat waktu sekarang, tetapi cobalah berpikir jauh ke depan. Masa dimana pandemi sudah selesai. Kata Menteri Kesehatan, mungkin 10 tahun lagi pandemi ini akan berakhir.<\/p>\n<p>Anggap saja perhitungan tersebut benar. Maka, Anda masih ada waktu 5 tahun lagi untuk menempuh pendidikan ke S2. Jadi setelah selesai, semua perencanaan yang sudah dibangun dapat dijalankan atau saat ini sudah bisa berjalan walau dengan keterbatasan.<\/p>\n<p>Gelar lebih tinggi, atau bahkan sampai ke S3 memberikan peluang bagi Anda untuk mengembangkan konsep pariwisata ini jauh lebih bagus lagi. Walaupun fokusnya sudah berbeda, namun peluang meraih sukses itu masih ada.<\/p>\n<h2>Skalanya Luas Bukan Hanya Indonesia Saja<\/h2>\n<p>Peluang yang diberikan dari dunia wisata lebih luas, skalanya mencapai luar negeri. Memang persaingannya cukup ketat, tetapi kesempatan meraih cuan juga besar. Apalagi, Anda bisa masuk ke berbagai profesi penunjang yang sudah diajarkan dalam berbagai materinya misalnya, Youtube, Blogger, atau Influencer.<\/p>\n<p>Perlu diingat, dalam memilih jurusan jangan hanya dilihat sekarang saja, Tetapi, coba lihat jauh ke masa saat Anda nanti sudah lulus. Setidaknya 5 tahun ke depan, walaupun sudah dinyatakan mati suri. Namun, pariwisata Indonesia tidak akan pernah ada habisnya.<\/p>\n<p>Hanya saja, mereka kurang kreatif dalam melihat peluang dan sulit melakukan inovasi. Oleh karena itu, solusinya adalah <a href=\"https:\/\/stikomambon.ac.id\/beta\/pariwisata-s1\/\">Kuliah Pariwisata di Ambon<\/a>. Ada banyak hal baru yang menyenangkan dan penuh tantangan siap ditaklukkan, apakah sudah siap?<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pandemi masih berlanjut tanpa ada satu orang yang tahu kapan akan berakhir. Hal ini membuat semua dunia pariwisata seperti mati suri. Larangan pemerintah untuk tidak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4862,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[31],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/stikomambon.ac.id\/beta\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4841"}],"collection":[{"href":"https:\/\/stikomambon.ac.id\/beta\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/stikomambon.ac.id\/beta\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/stikomambon.ac.id\/beta\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/stikomambon.ac.id\/beta\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4841"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/stikomambon.ac.id\/beta\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4841\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4863,"href":"https:\/\/stikomambon.ac.id\/beta\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4841\/revisions\/4863"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/stikomambon.ac.id\/beta\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4862"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/stikomambon.ac.id\/beta\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4841"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/stikomambon.ac.id\/beta\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4841"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/stikomambon.ac.id\/beta\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4841"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}