Kalian adalah mahasiswa yang mengambil mata kuliah Pariwisata? Kalian pasti sering mendengar pertanyaan – pertanyaan yang bahkan sudah menjadi sebuah Mitos karena saking seringnya kalian mendapatkan pertanyaan tersebut. Padahal mitos – mitos itu sendiri belum tentu benar adanya, banyak yang masih salah mengartikan apa yang dilakukan semasa kuliah atau bahkan setelah kalian menyelesaikan mata kuliah Pariwisata ini.
Mungkin buat kalian yang baru saja ingin menginjakan kaki kalian ke jenjang Perguruan Tinggi dan hendak mengambil mata kuliah Pariwisata pernah mendengar mitos – mitos tersebut akan tetapi hanya samar – samar saja. Nah, agar kalian tidak kaget nantinya ketika sudah mengambil mata kuliah Pariwisata ini akan kami berikan mitos – mitos apa saja yang akan kalian dengar nantinya walaupun belum tentu benar mitos tersebut.
Untuk itu ikuti dan simak terus ulasan kami di bawah ini.
Profesi Setelah Lulus Adalah Tour Guide
Mitos yang satu ini adalah mungkin yang paling sering kalian dengar atau bahkan dipertanyakan oleh orang terdekat kalian, apakah setelah lulus kalian akan menjadi seorang Tour Guide. Sebenarnya tidak salah 100 persen akan tetapi profesi yang dapat dijalani oleh kalian yang sudah menyelesaikan mata kuliah Pariwisata tidak hanya menjadi seorang Tour Guide.
Banyak profesi – profesi lain yang juga dapat kalian jalani dengan sama baik dan juga dengan peluang kerja yang sama besarnya dengan ketika kalian menjadi seorang Tour Guide kalian bahkan dapat menjadi seorang Manager sebuah Hotel. Ilmu yang kalian dapatkan tidak melulu mengenai sebuah destinasi wisata banyak ilmu lain yang kalian dapatkan sehingga membuat profesi yang dapat kalian jalani juga tidak terbatas hanya menjadi seorang Tour Guide.
Mata Kuliah Pariwisata Pembelajarannya Lebih Mudah Dibandingkan Dengan Mata Kuliah Lainnya.
Mitos selanjutnya adalah pembelajaran dari mata kuliah Pariwisata lebih mudah jika dibandingkan dengan mata kuliah yang lainnya seperti Hukum atau Kedokteran dan bahkan Akuntansi. Yang dimana semua mata kuliah itu mengharuskan kalian untuk menghafal sedangkan mata kuliah Pariwisata tidak, yang dimana semua itu tidak benar karena mata kuliah Pariwisata sama beratnya dengan mata kuliah lainnya.
Apalagi ketika kalian mengambil mata kuliah Pariwisata Internasional yang mengharuskan kalian untuk fasih beberapa bahasa asing dengan bahasa inggris yang tentu saja sudah harus kalian kuasai ditambah beberapa bahasa asing lainnya. Seperti bahasa Mandarin, Jepang atau Korea yang dimana Destinasi Wisatanya memang sedang naik daun terutama Korea Selatan.
Selain itu juga kalian harus belajar manajemen dan juga aturan – aturan yang diberlakukan pada sebuah objek wisata maupun penunjang destinasi wisata seperti Hotel atau Agensi Travel yang tidak ada bedanya seperti belajar hukum. Dan masih banyak lagi yang harus kalian pelajari yang tentu saja selain destinasi dan juga objek wisata.
Biaya Yang Kalian Keluarkan Cukup Mahal
Banyak yang beranggapan jika mata kuliah Pariwisata merupakan mata kuliah yang cukup mahal yang dimana tidak sepenuhnya benar karena mata kuliah ini bisa jadi mahal karena segmen mereka adalah menengah ke atas sehingga tidak heran jika biayanya cukup mahal. Akan tetapi banyak juga Perguruan Tinggi yang menyediakan mata kuliah ini dengan biaya yang cukup terjangkau karena pada dasarnya prinsip sebuah destinasi wisata tidak jauh berbeda.
Dengan prinsip yang tidak jauh berbeda membuat kalian tidak perlu mengunjungi sebuah destinasi wisata yang mahal agar kalian dapat menyelesaikan tugas lapangan kalian dengan lancar dan tentu saja efektif. Akan tetapi tentu saja dengan banyak yang beranggapan jika kalian belajar sambil jalan – jalan ke sebuah destinasi wisata membuat biaya operasionalnya cukup mahal yang dimana tidak sepenuhnya benar.
Bisa Kuliah Sambil Jalan – Jalan
Dan mitos terakhir yang sering kalian dengar adalah kalian bisa kuliah sambil jalan – jalan yang dimana tidak salah, karena ketika kalian melakukan sebuah tugas luar kampus atau tugas lapangan kalian memang “berjalan – jalan” di sebuah destinasi wisata. Akan tetapi terlalu sempit jika kalian sebut “berjalan – jalan” karena selama proses tersebut banyak yang harus kalian perhatikan sehingga tidak bisa hanya kalian sebuah sebagai “jalan – jalan”.
Kalian harus memperhatikan aksesibilitas yang disediakan oleh sebuah destinasi wisata apakah mudah untuk dijangkau apa tidak, kalian juga perlu memperhatikan sarana pendukung yang ada pada destinasi tersebut. Seperti tempat penginapan, toilet yang tersedia, toko oleh – oleh dan masih banyak lagi yang perlu kalian perhatikan karena tanpa sarana pendukung maka sebuah destinasi wisata tidak akan berkembang dengan baik.
Dalam beberapa kasus kalian bahkan harus melakukan wawancara terhadap tokoh lokal yang mempelopori sebuah destinasi wisata atau yang berhasil mengembangkan destinasi wisata tersebut.
Nah, itulah mitos – mitos yang akan sering sekali kalian dengar ketika kalian mengambil mata kuliah Pariwisata ini jadi bersiap – siaplah.

