STIKOM AMBON BUKA PROGRAM S2 MAGISTER
ILMU KOMPUTER
Peluncuran Permendikbud nomor 109 tahun 2013 memberikan udara segar bagi dunia pendidikan tinggi. Kebijakan pemerintah yang membahas tentang penyelenggaraan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) ini membuka peluang dosen untuk melakukan kegiatan belajar dan mengajar di perguruan tinggi yang berbeda. Sistem pengajaran ini dilakukan secara online.
Ini merupakan kegiatan yang diinisiasi oleh pemerintah dalam rangka untuk membantu meningkatkan kualitas dan jumlah dosen berkualifikasi S2 di Indonesia. Asosiasi Pendidikan Tinggi Informatika dan Komputer (APTIKOM) melakukan kerja sama dengan Amikom di wilayah Ambon yaitu STIKOM Ambon dan Dirjen Dikti-Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia membuka kesempatan bagi para dosen rumpun informatika yang masih berlatar belakang S1 untuk mengikuti Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) S2 Konsorsium APTIKOM-AMIKOM di wilayah Ambon.
Model Pembelajaran Jarak jauh (PJJ) ini menggunakan cara belajar jarak jauh dengan memanfaatkan teknologi komunikasi Sinkronus dan asinkronus. Program PJJ S2 Konsorsium APTIKOM-AMIKOM ini dapat diselesaika dalam 2 (dua) tahun, sesuai ketentuan yang berlaku. Tidak semua perguruan tinggi diizinkan untuk menjadi penyelenggara program pemerintah ini. Perguruan tinggi yang tergabung dalam Perkuliahan Daring Terbuka dan Terpadu (PDITT) ini dapat menyelenggarakan PJJ untuk mata kuliah – mata kuliah yang ditentukan dalam Pembelajaran Daring Terbuka Terpadu dengan modus konsorsium.
Kebijakan PJJ pada pendidikan tinggi ini dapat dimanfaatkan oleh penyelenggara perguruan tinggi untuk memberikan akses lebih luas dan layanan bagi mereka yang tidak bisa mengikuti pendidikan tatap muka. Namun demikian, proses PJJ tetap tidak boleh mengabaikan mutu dan harus memenuhi standar yang sudah ditetapkan seperti pada penyelenggaraan pendidikan reguler.
“Tidak semua perguruan tinggi bisa menyelenggarakan. Selain secara formal harus terakreditasi, perguruan tinggi tersebut harus memiliki dan selalu mengembankan sistem pengelolaan dan pembelajaran berbasis TIK, memiliki SDM pendukung, sarana-prasarana pendukung, serta unit sumber belajar jarak jauh. Jadi jangan diartikan PJJ sebagai pendidikan massal yang mengorbankan kualitas. Sama sekali tidak. Capaian pembelajarannya sama dengan pembelajaran tatap muka, begitu juga beban studinya, tidak berbeda. Hanya proses belajar mengajarnya yang berbeda,” kata Try Nabila S.Kom, Bagian Akademik STIKOM Ambon.
Nabila menambahkan, hal-hal yang perlu disiapkan untuk mengikuti program ini adalah fasilitas TI yang cukup. Selain itu, perguruan tinggi harus memiliki budaya belajar, karena belajar itu sifatnya sepanjang waktu, bukan hanya ketika hendak ujian saja.


